Tutup
Model
Cerita
Super Hybrid System
Berita & Artikel
Cari Dealer
Hubungi Kami
ID
EN

Automatic Emergency Braking (AEB): Fitur Rem Canggih di J5

Automatic Emergency Braking (AEB) adalah fitur keselamatan untuk membantu mencegah tabrakan secara otomatis. Simak informasinya berikut ini.

Mei 21, 2026

Keselamatan merupakan salah satu aspek terpenting dalam berkendara. Meningkatnya volume kendaraan dan tingginya risiko kecelakaan membuat perkembangan teknologi keselamatan menjadi pesat. Salah satunya adalah Automatic Emergency Braking (AEB).

AEB adalah sistem keselamatan mobil yang menggunakan sensor kamera, radar, atau LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk memantau kondisi jalan.

Untuk memahaminya secara detail, simak definisi Automatic Emergency Braking (AEB) beserta cara kerja, jenis, dan keunggulan fitur ini di JAECOO J5.

BACA JUGA: Apa Itu Anti-Lock Braking System? Solusi Rem di Jalan Licin
 

Apa Itu Automatic Emergency Braking (AEB)?


Automatic Emergency Braking (AEB) adalah sistem keselamatan untuk mendeteksi potensi tabrakan dan secara otomatis mengaktifkan pengereman jika Anda tidak merespons dengan cukup cepat.

Berbeda dengan sistem pengereman konvensional, AEB tidak menunggu reaksi pengemudi sepenuhnya. Ketika sistem mendeteksi jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan atau objek di depan, AEB akan:
 

Memberikan peringatan visual dan/atau suara.
Melakukan pengereman parsial.
Jika diperlukan, melakukan pengereman penuh untuk mengurangi kecepatan atau mencegah tabrakan.


Tujuan utamanya bukan hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga mengurangi tingkat keparahan benturan jika tabrakan tidak dapat dihindari.
 

Cara Kerja Automatic Emergency Braking?

 

Sistem AEB bekerja menggunakan kombinasi beberapa komponen dan teknologi canggih, seperti radar sensor, kamera depan (multi-purpose camera), dan perangkat lunak pemrosesan data (sensor fusion).

Sensor akan memantau kondisi lalu lintas di depan (dan pada beberapa sistem, juga di belakang). Data tersebut kemudian dianalisis secara real-time untuk menentukan:
 

Jarak kendaraan dengan objek di depan.
Kecepatan kendaraan.
Tingkat percepatan atau perlambatan.
Posisi pedal rem dan gas.
Sudut kemudi.


Di sisi lain, jika sistem memperkirakan tabrakan akan terjadi dan Anda tidak melakukan tindakan yang cukup, AEB akan secara otomatis mengaktifkan rem.

Selain itu, kecepatan operasional AEB berbeda-beda tergantung pabrikan. Namun, umumnya sistem ini bekerja mulai dari kecepatan rendah hingga tinggi.
 

Tahapan Intervensi Automatic Emergency Braking 


Secara umum, AEB bekerja melalui beberapa tahap, yaitu:
 

1. Peringatan Awal


Sistem memberikan peringatan visual di layar, suara, atau getaran pada setir/kursi.
 

2. Pengereman Parsial


Jika tidak ada respons, sistem mengurangi kecepatan untuk memberi waktu tambahan untuk pengemudi.
 

3. Pengereman Penuh


Jika tabrakan dinilai tidak terhindarkan, sistem melakukan pengereman maksimal untuk meminimalkan dampak benturan.
 

Jenis-jenis Automatic Emergency Braking


Tidak semua AEB bekerja dalam skenario yang sama. Berikut ini jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui.
 

  1. Low-Speed AEB. Dirancang untuk kecepatan rendah (misalnya 5-50 km/jam), aman untuk lalu lintas kota dan kemacetan.

  2. High-Speed AEB. Bekerja hingga kecepatan tinggi di jalan tol untuk membantu mencegah tabrakan dari belakang.

  3. AEB dengan deteksi pejalan kaki dan pesepeda. Sistem mampu mengenali pejalan kaki, pesepeda, dan objek rentan lainnya.

  4. Rear Automatic Emergency Braking. Aktif saat kendaraan mundur, membantu mencegah benturan dengan objek di belakang saat parkir.

  5. AEB untuk skenario persimpangan dan belokan. Mendeteksi kendaraan yang melintas atau datang dari arah berlawanan saat berbelok.
     

Seberapa Efektif Automatic Emergency Braking?


Penelitian dari The Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menunjukkan bahwa kendaraan dengan AEB mengalami penurunan signifikan pada tingkat tabrakan dari belakang, cedera akibat kecelakaan, dan kerusakan properti.

Pada kondisi tertentu, sistem ini dapat membantu mencegah sebagian besar tabrakan dari belakang, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah.

Meski begitu, penting dipahami bahwa AEB bukan pengganti kewaspadaan pengemudi. Sistem ini adalah pendukung, bukan pengendali utama kendaraan.
 

Perbedaan AEB dan ABS


Anda mungkin menganggap AEB dan ABS adalah fitur yang sama, padahal keduanya berbeda. 

ABS (Anti-Lock Braking System) membantu mencegah roda terkunci saat pengereman keras agar kendaraan tetap bisa dikendalikan.

AEB (Automatic Emergency Braking) secara aktif mendeteksi potensi tabrakan dan dapat mengaktifkan rem secara otomatis tanpa intervensi pengemudi.

Intinya, AEB dapat memicu ABS saat pengereman darurat, tetapi ABS tidak dapat mendeteksi risiko tabrakan secara mandiri. 
 

Kapan AEB Tidak Aktif?


Beberapa kondisi dapat memengaruhi kinerja AEB, seperti:
 

Sensor tertutup lumpur, hujan lebat, atau debu.
Sudut jalan ekstrem.
Objek yang sulit terdeteksi sensor.
Pengemudi melakukan manuver tajam atau akselerasi mendadak.


Oleh karena itu, perawatan sensor dan kamera menjadi hal yang penting dalam menjaga performa sistem ini.
 

Automatic Emergency Braking pada JAECOO J5 EV


Sebagai SUV listrik modern, JAECOO J5 EV telah dibekali dengan teknologi keselamatan aktif untuk mendukung mobilitas masa kini, termasuk fitur Automatic Emergency Braking (AEB).

Pada JAECOO 5 EV, sistem AEB menjadi bagian dari rangkaian Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang bekerja secara terintegrasi dengan sensor radar dan kamera depan. Sistem ini dirancang untuk:
 

Mendeteksi kendaraan di depan secara real-time.
Memberikan peringatan dini kepada pengemudi.
Mengaktifkan pengereman otomatis jika risiko tabrakan teridentifikasi.
Membantu mengurangi kecepatan untuk meminimalkan dampak benturan.


Sebagai kendaraan listrik yang diciptakan untuk penggunaan urban, AEB pada JAECOO J5 EV memberikan lapisan perlindungan tambahan di tengah dinamika lalu lintas yang kompleks.

Namun, perlu juga diperhatikan bahwa tanggung jawab keselamatan tetap sepenuhnya berada pada pengemudi.  
 

BACA JUGA: Airbag: Fitur Keselamatan yang Menyelamatkan Nyawa Saat Kritis
 

Jelajahi Pengalaman Berkendara dengan Automatic Emergency Braking Bersama JAECOO J5 EV!


Automatic Emergency Braking (AEB) adalah teknologi keselamatan untuk mencegah atau mengurangi insiden dengan cara mendeteksi potensi bahaya dan mengaktifkan rem secara otomatis.

Di era kendaraan modern, fitur ini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dari standar keselamatan. Dengan hadirnya AEB pada JAECOO J5 EV, Anda akan mendapatkan dukungan ekstra dalam menghadapi situasi darurat di jalan. 

Maka dari itu, segera jadwalkan test drive JAECOO J5 EV! 

JAECOO Indonesia

JAECOO Indonesia

JAECOO Indonesia adalah sub-merek SUV premium dari Chery Group yang berfokus pada kendaraan urban off-road tangguh namun elegan. Jaecoo hadir di Indonesia dengan menawarkan teknologi canggih seperti Super Hybrid System (SHS), fitur ADAS, dan kenyamanan premium.