Dahulu, label “kendaraan alternatif” melekat pada kendaraan hibrida (hybrid). Kini, kendaraan hibrida menjelma menjadi fenomena umum. Berjajar rapi bersama mobil konvensional dan mobil listrik yang kian marak, ini menjadi bukti nyata bahwa pergeseran haluan dalam preferensi pembeli maupun produsen otomotif tidak kenal henti.
Lantas, apa yang dimaksud kendaraan hibrida? Bagaimana mekanismenya bekerja? Juga, mengapa keberadaannya patut Anda perhitungkan? Tak perlu khawatir soal terminologi rumit, berikut satu-satunya penjabaran yang Anda perlukan.
BACA JUGA: Memahami Cara Kerja Mobil Hybrid Berdasarkan Jenisnya
Apa Itu Kendaraan Hibrida?
Bicara soal apa itu mobil hybrid, tentu kamu harus tahu definisinya terlebih dulu. Kendaraan hibrida adalah jenis alat transportasi yang mengandalkan dua atau lebih sumber tenaga yang berbeda. Lazimnya, mobil yang kita pakai setiap hari bersumber daya tunggal, yakni mesin pembakaran internal yang beroperasi menggunakan bensin atau solar sebagai bahan bakar.
Lain halnya pada kendaraan hybrid. Di samping keberadaan mesin berbahan bakar gas, ada juga baterai listrik yang menyuplai daya bagi penggerak kendaraan. Itulah sebabnya kendaraan ini disebut kendaraan hybrid.
Tujuan utama teknologi hybrid adalah untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang tanpa mengorbankan kenyamanan serta performa kendaraan. Jika dibandingkan dengan mobil konvensional, mobil hybrid ini bisa memanfaatkan energi listrik pada kondisi tertentu, seperti saat kecepatan rendah atau macet, sehingga konsumsi BBM menjadi jauh lebih hemat.
Mengapa Kendaraan Hybrid Semakin Populer?
Popularitas kendaraan hybrid tidak terjadi tanpa alasan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, mobil hybrid diposisikan sebagai solusi transisi menuju kendaraan listrik sepenuhnya.
Beberapa faktor pendorong yang membuatnya jadi semakin populer, antara lain:
- - Harga yang lebih terjangkau dibanding mobil listrik murni
- - Tidak bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya
- - Efisiensi bahan bakar yang signifikan
- - Emisi yang lebih rendah dibanding mobil konvensional
Dengan kombinasi tersebut, mobil hybrid menjadi pilihan realistis bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan secara bertahap.
Jenis Kendaraan Hibrida
Dewasa ini, kendaraan hybrid hadir dalam empat jenis yang terbagi berdasarkan berdasarkan tingkat hibridisasinya.
1. Micro Hybrid
Pada kendaraan micro hybrid, motor listrik tidak aktif dalam mendorong laju kendaraan. Fungsinya terbatas sebagai pembangkit tenaga dalam sistem pengereman regeneratif (regenerative braking) untuk mengisi ulang baterai mobil.
2. Mild Hybrid
Kendaraan mild hybrid dilengkapi dengan motor listrik yang turut menjadi bagian dari sistem penggerak kendaraan. Meski begitu, kendaraan ini tidak mampu melaju semata-mata dengan tenaga listrik.
3. Full Hybrid
Kendaraan full hybrid adalah hibrida paralel yang digerakkan sepenuhnya oleh tenaga listrik pada kecepatan rendah, sementara mesin pembakaran internal akan mengambil alih begitu kecepatan tinggi dibutuhkan atau sewaktu cadang energi listrik dalam baterai mulai berkurang.
4. Series Hybrid
Sementara itu, kendaraan series hybrid memanfaatkan mesin pembakaran internal sebagai pembangkit listrik. Adapun sistem penggeraknya serupa, malahan identik, dengan yang ada di kendaraan listrik berbaterai (BEV) dan kendaraan berbasis sel bahan bakar hidrogen.
5. Plug-in Hybrid
Kendaraan plug-in hybrid adalah kendaraan hibrida yang baterainya dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal, seperti colokan listrik rumah atau stasiun pengisian, sehingga memungkinkan kendaraan mengandalkan tenaga listrik lebih lama sebelum mesin pembakaran internal digunakan.
PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) merupakan jenis khusus dari Plug-in Hybrid yang bisa berjalan hanya dengan tenaga listrik dalam jarak tertentu tanpa melibatkan mesin pembakaran internal terlebih dahulu, dan ketika baterai habis, mesin pembakaran internal akan menyala untuk melanjutkan perjalanan.
Kapasitas baterai yang lebih besar dan kemampuan pengisian ulang dari luar, membuat PHEV memberikan fleksibilitas lebih dalam penggunaan bahan bakar, sekaligus menurunkan emisi gas buang.
BACA JUGA: Apa Peran Utama dari Baterai dalam Mobil Hybrid? Ini Fungsi dan Komponennya
Cara Kerja Kendaraan Hibrida
Sebagaimana disebutkan di atas, kendaraan hybrid menggunakan perpaduan antara mesin biasa dan motor listrik. Alhasil, efisiensi konsumsi bahan bakarnya meningkat secara signifikan ketimbang varian non-hibrida.
Tak hanya itu, emisi yang dihasilkan lebih minim, serta menghadirkan penghematan bagi pengemudi berupa pengurangan biaya bahan bakar.
Satu dari sekian fitur yang kerap mendapat sorotan utama pada kendaraan hybrid adalah sistem bernama regenerative braking.
Seperti yang kita tahu, mobil konvensional mengandalkan sepenuhnya gesekan rem untuk mengurangi kecepatan. Caranya yaitu dengan mengubah energi kinetik menjadi panas.
Di sisi lain, regenerative braking memberikan peluang untuk menangkap sebagian energi tersebut, mengubahnya menjadi energi listrik, lalu menyimpannya dalam baterai. Nah, energi listrik ini nantinya dapat dimanfaatkan lagi untuk menjalankan motor dan mempercepat kendaraan.
Keuntungan Menggunakan Kendaraan Hibrida
Salah satu keuntungan utama dari memilih mobil hibrida adalah bahwa maintenance terhadap sistem remnya cenderung jauh lebih ringan dan minimal. Ingat, mobil ini memakai teknologi pengereman regeneratif untuk memperlambat laju kendaraan tanpa bergantung pada gesekan.
Jadi, bantalan rem lebih jarang aus sebab frekuensi kontak dengan tromol rem berlangsung lebih sedikit. Nah, Anda pun tidak perlu bolak-balik ke bengkel tiap beberapa bulan sekali gara-gara rem lekas jebol.
Keuntungan paling signifikan adalah Anda akan menikmati masa garansi powertrain yang jauh lebih lama ketimbang mobil-mobil lain. Faktanya, mayoritas mobil hibrida yang laris di pasaran saat ini menyediakan garansi powertrain dengan masa berlaku antara 8 hingga 10 tahun.
Perbedaan Mobil Hybrid, Mobil Listrik, dan Mobil Konvensional
Agar pemahaman tentang apa itu mobil hybrid semakin jelas, berikut adalah perbandingan singkat mengenai ketiganya.
- Mobil Konvensional: Menggunakan bensin atau diesel sepenuhnya, sehingga memiliki konsumsi BBM dan emisi yang paling tinggi.
- Mobil Hybrid: Menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, sehingga lebih efisien dan fleksibel.
- Mobil Listrik: Menggunakan listrik sepenuhnya dan memiliki emisi nol, tetapi bergantung pada infrastruktur charging.
Mengapa Harus Mempertimbangkan Kendaraan Hibrida Sekarang?
Rasa-rasanya tidak ada alasan yang lebih meyakinkan daripada yang satu ini: uang. Ya, mobil hybrid menawarkan pengiritan instan yang terakumulasi setiap hari Anda melaju di jalan.
Memang, upaya mengurangi jejak karbon memiliki arti penting tersendiri. Namun motivasi yang paling menggugah hati? Apalagi kalau bukan uang yang nantinya Anda hemat di pom bensin.
Cermatilah berita, betapa harga bahan bakar terus berfluktuasi dari waktu ke waktu. Ini sebabnya, tingkat efisiensi bahan bakar pun berbanding lurus dengan penurunan biaya bulanan Anda.
Dana yang tersimpan dari penghematan ini selama beberapa tahun niscaya cukup untuk menutupi premi yang mesti Anda bayarkan di muka tatkala membeli mobil hybrid.
Singkatnya, jika Anda mencari tunggangan yang selalu memberi imbal balik setiap kali Anda berkendara, kendaraan hybrid adalah jaminan terbaik Anda saat ini.
BACA JUGA: Berapa Lama Charge Mobil Listrik? Ini Fakta dan Tips Hematnya
Saatnya Beralih ke JAECOO J7 SHS-P!
Setelah memahami apa yang dimaksud dengan kendaraan hibrida, rasanya tidak ada momen yang lebih sempurna daripada sekarang untuk beralih ke kendaraan hybrid. Dan bagi Anda yang mencari mobil hibrida yang sanggup memenuhi semua kebutuhan Anda, JAECOO J7 SHS-P juaranya.
Yang membedakan J7 SHS-P adalah penggunaan sistem hibrida tercanggih. Super Hybrid System (SHS) dengan cerdas mengintegrasikan mesin bensin yang bertenaga dengan motor listrik bertorsi tinggi.
Secara otomatis, sistem dapat beralih atau justru berkolaborasi. Semua ini mengikuti kondisi jalan dan gaya mengemudi Anda.
Terbukti, peralihan menuju kendaraan hibrida tak lagi dicap sebagai pilihan eksklusif, melainkan langkah cerdas yang sudah diambil ribuan pengemudi. Jadi, mengapa terus menunda padahal JAECOO J7 SHS-P sudah berada di garis start untuk mengantarkan Anda ke mana pun Anda ingin melaju?
Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan langsung keunggulan dan kenyamanan berkendara JAECOO J7 SHS-P dengan menjadwalkan test drive Anda sekarang juga.








