Menghadapi tanjakan curam sering kali membuat pengemudi merasa waswas.
Pada mobil konvensional, Anda dituntut lincah memainkan setengah kopling atau memindahkan tuas transmisi manual ke gigi rendah agar mesin tidak kehilangan momentum.
Namun, di era mobilitas modern bersama JAECOO, skenario berkendara yang melelahkan tersebut tidak perlu lagi Anda rasakan.
Berkat ekosistem teknologi modern, menaklukkan medan menanjak kini jauh lebih praktis dan aman.
Artikel ini akan menjelaskan cara mengemudi di tanjakan curam dengan mobil JAECOO. Simak sampai akhir!
BACA JUGA: Jaecoo J8 SHS-P ARDIS: SUV Cerdas untuk Segala Medan
Cara Mengemudi di Tanjakan Curam pada Mobil JAECOO
Berikut ini cara mengemudi di tanjakan curam yang bisa Anda terapkan.
1. Jaga Jarak Minimal Satu Panjang Mobil
Tanjakan yang padat membutuhkan jarak aman untuk bereaksi terhadap pergerakan kendaraan di depan.
Mobil dengan transmisi manual, misalnya, dapat bergerak mundur ketika pengemudi kurang tepat dalam mengatur pedal kopling dan pedal gas.
Untuk itu, sisakan jarak sekitar 2-3 meter dari kendaraan di depan. Jarak ini memberi ruang yang cukup untuk mengantisipasi mobil yang melorot atau berhenti mendadak.
2. Manfaatkan Hill-Start Assist Control (HAC)
Berhenti di tengah tanjakan membutuhkan koordinasi pedal rem dan gas yang tepat. Pada lini kendaraan JAECOO, terdapat fitur Hill-Start Assist Control (HAC) yang membantu menjaga kendaraan tetap tertahan saat berpindah dari pedal rem ke pedal gas.
Ketika Anda melepas pedal rem, sistem akan mempertahankan tekanan rem selama beberapa saat. Dengan begitu, Anda memiliki waktu untuk menekan pedal gas secara halus dan melanjutkan perjalanan dengan lebih percaya diri.
3. Aktifkan Auto Hold saat Menghadapi Kemacetan Panjang
Kemacetan di tanjakan membuat Anda harus berhenti dan kembali bergerak berulang kali. Jika berlangsung cukup lama, kondisi ini tentu dapat membuat kaki cepat lelah karena harus terus menekan pedal rem.
Auto Hold dapat membantu mengurangi beban tersebut. Saat kendaraan berhenti sepenuhnya, fitur ini akan mempertahankan posisi mobil tanpa terus menginjak pedal rem.
Ketika ingin kembali berjalan, cukup tekan pedal gas secara bertahap dan sistem akan melepaskan rem secara otomatis.
4. Manfaatkan Kemampuan All-Road Drive Intelligent System (ARDIS)
Untuk JAECOO J8 SHS-P ARDIS, perjalanan di tanjakan akan lebih terkendali berkat dukungan All-Road Drive Intelligent System (ARDIS). Sistem AWD pintar ini membantu menyesuaikan distribusi tenaga ke roda sesuai dengan kondisi permukaan jalan.
Dengan torsi hingga 650 Nm, JAECOO J8 SHS-P ARDIS memiliki tenaga yang memadai untuk menghadapi jalur menanjak sekaligus membantu menjaga traksi.
Jadi, Anda pun dapat lebih fokus mengatur arah kendaraan dan menjaga tekanan pedal gas tetap konsisten.
5. Jaga Visibilitas dengan Kamera Panoramic 540°
Tanjakan dengan sudut yang curam dapat membatasi pandangan ke area di depan kendaraan. Kondisi ini membuat pengemudi perlu lebih berhati-hati saat melewati puncak tanjakan atau menghadapi rintangan di area blind spot.
JAECOO J8 SHS-P ARDIS dilengkapi kamera panoramic 540° yang membantu memberikan pandangan yang lebih luas di sekitar kendaraan. Visual dari kamera juga akan ditampilkan di layar, sehingga Anda dapat memantau kondisi di sekitar mobil dan memperkirakan posisi kendaraan dengan mudah.
6. Pertahankan Kecepatan secara Stabil
Saat menghadapi tanjakan panjang, penting juga untuk menjaga kecepatan tetap stabil. Hindari akselerasi dan deselerasi secara tiba-tiba agar tenaga kendaraan dapat digunakan secara optimal.
Dukungan motor listrik pada sistem hybrid JAECOO memberikan respons tenaga yang cepat dan halus. Anda cukup menjaga tekanan pedal gas secara konsisten sesuai kondisi jalan, sehingga kendaraan dapat mempertahankan momentum.
7. Manfaatkan Regenerative Braking saat Menuruni Tanjakan
Setelah melewati tanjakan, Anda biasanya akan menghadapi jalan menurun yang membutuhkan kontrol kecepatan yang baik. Pada kondisi ini, manfaatkan regenerative braking untuk membantu memperlambat laju kendaraan.
Sistem ini memanfaatkan energi kinetik. Jadi, saat kendaraan melakukan deselerasi, energi tersebut dikonversi menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai.
Selain membantu mengontrol kecepatan saat menurun, regenerative braking juga dapat mengurangi penggunaan rem konvensional.
Kenapa Tanjakan Curam Terasa Berat Dikendalikan?
Di jalan datar, mesin hanya melawan gesekan ban dan hambatan udara. Di tanjakan, mesin juga harus melawan gaya gravitasi yang menarik bodi mobil ke bawah.
Jadi, beban kerja mesin bertambah, sedangkan tenaga yang tersedia tidak berubah.
Kondisi ini terasa krusial saat mobil berhenti total di tengah tanjakan. Mobil kehilangan momentum, lalu harus bergerak dari posisi diam sambil menahan bobotnya sendiri.
Di kondisi ini, Anda perlu tetap tenang, tidak panik, dan tidak melepas rem terlalu cepat.
Penyebab Mobil Kurang Tenaga di Tanjakan
Beberapa hal berikut sering kali menyebabkan mobil kehilangan tenaga saat menanjak.
• Posisi gigi terlalu tinggi, sehingga torsi yang sampai ke roda tidak cukup.
• Filter udara kotor, yang mengurangi pasokan udara ke ruang bakar.
• Busi aus, yang membuat pembakaran tidak sempurna.
• Muatan berlebih di kabin dan bagasi, yang menambah beban yang harus diangkat mesin.
• Tekanan angin ban di bawah standar, yang memperbesar hambatan gulir.
Untuk itu, disarankan untuk memeriksa filter udara dan busi sesuai jadwal servis, serta mengurangi barang bawaan sebelum perjalanan ke daerah pegunungan.
Dukungan Teknis JAECOO J8 SHS-P ARDIS di Medan Menanjak
JAECOO J8 SHS-P ARDIS mengintegrasikan mesin 1,5T dengan transmisi 3DHT. Sistem ini menghasilkan combined power 395 kW dan torsi 650 Nm. Torsi sebesar itu tersalur sejak putaran rendah, sehingga mobil tidak kehilangan tenaga saat berangkat dari posisi diam di tanjakan.
Sistem ARDIS atau All-Road Drive Intelligent System mengatur distribusi tenaga ke 4 roda sesuai kondisi permukaan jalan. CDC Magnetic Suspension menyesuaikan tingkat kekerasan peredam saat bodi mobil berubah sudut di tanjakan maupun turunan. Jarak sumbu roda 2.820 mm menjaga bodi tetap stabil di jalur berkelok.
Untuk perjalanan jarak jauh, JAECOO J8 SHS-P ARDIS mampu menempuh jarak hingga 1.660 km dan berhasil memecahkan rekor MURI untuk jarak tempuh tersebut dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan daya listrik. Selain itu, baterai hibridanya juga memiliki perlindungan IP68 terhadap debu dan air.
Fitur Adaptive Cruise Control dengan Curve Speed Assist menyesuaikan kecepatan saat mobil melewati tikungan. Sementara Around View Monitor mampu memberikan pandangan 540° saat manuver di ruang sempit.
BACA JUGA: 3 Fitur Mobil Modern yang Bikin Berkendara Lebih Canggih
Coba Sendiri Ketangguhan JAECOO J8 SHS-P ARDIS!
Itulah cara mengemudi di tanjakan curam yang perlu Anda pahami. Idealnya, mengemudi di tanjakan curam akan terasa optimal ketika torsinya besar dan sistem penggeraknya mampu membaca kondisi jalan.
Untuk membuktikan kemampuan tersebut, rasakan langsung respons mesin dan kestabilan suspensi JAECOO J8 SHS-P ARDIS saat melibas jalur menanjak.
Jadwalkan test drive JAECOO J8 SHS-P ARDIS!






