Blind spot monitoring merupakan salah satu fitur keselamatan yang penting pada kendaraan modern, terutama ketika berkendara di jalan dengan lalu lintas yang padat.
Meskipun pengemudi sudah mengamati kondisi sekitar melalui kaca spion, tetap ada area tertentu yang sulit atau bahkan tidak terlihat dari posisi mengemudi. Area inilah yang dikenal sebagai blind spot atau titik buta.
Salah satu area blind spot yang paling umum berada di sisi kiri dan kanan kendaraan, terutama sedikit di belakang posisi pengemudi. Kendaraan yang melaju sejajar atau mendekat dari belakang bisa masuk ke area tersebut dan tidak terlihat melalui kaca spion.
Kondisi ini perlu diwaspadai ketika pengemudi hendak berpindah jalur, menyalip, atau melakukan manuver lainnya. Oleh karena itu, blind spot monitoring hadir untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap kendaraan yang berada di area tersebut.
BACA JUGA: Apa Itu Kamera 540 Derajat? Ini Alasan Penting Bagi Pengemudi
Apa Itu Blind Spot Monitoring?
Blind Spot Monitoring (BSM) adalah sistem bantuan keselamatan untuk mendeteksi kendaraan atau objek tertentu yang memasuki area blind spot pengemudi, terutama di sisi samping dan belakang kendaraan.
Sistem serupa juga disebut Blind Spot Detection (BSD), Blind Spot Monitor, atau di beberapa kendaraan menggunakan istilah Blind-Spot Collision Warning (BCW).
Ketika sistem mendeteksi kendaraan di area yang dipantau, pengemudi biasanya akan menerima peringatan berupa lampu indikator di kaca spion atau panel instrumen. Di kondisi tertentu, misalnya ketika lampu sein diaktifkan ke arah kendaraan yang terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan tambahan berupa suara.
Dengan demikian, pengemudi memperoleh informasi tambahan sebelum melakukan perpindahan jalur atau manuver lainnya.
Namun, blind spot monitoring bukan pengganti kewaspadaan pengemudi. Pengemudi tetap perlu memeriksa kaca spion, menyalakan lampu sein, dan memastikan kondisi sekitar aman sebelum berpindah jalur.
Cara Kerja Blind Spot Monitoring
Blind spot monitoring menggunakan sensor, seperti radar atau kamera yang ditempatkan di bagian samping, kaca spion, atau bumper belakang kendaraan. Letak dan jenis sensornya pun berbeda di setiap mobil.
Berikut cara kerja blind spot monitoring secara umum:
1. Memantau Area Samping dan Belakang Kendaraan
Sensor akan memantau area yang telah ditentukan di sisi kiri dan kanan kendaraan, terutama jalur yang berdekatan dengan mobil.
2. Mendeteksi Kendaraan di Area Blind Spot
Ketika kendaraan lain memasuki area yang tidak mudah terlihat oleh pengemudi, sensor akan mengenali keberadaannya.
3. Memberikan Peringatan Visual
Sistem kemudian memberikan tanda visual, biasanya berupa ikon atau lampu indikator pada kaca spion samping atau panel instrumen.
4. Memberikan Peringatan Tambahan ketika Akan Berpindah Jalur
Jika pengemudi menyalakan lampu sein ke arah kendaraan yang sedang terdeteksi di area blind spot, beberapa sistem akan memberikan peringatan tambahan berupa bunyi atau indikator yang berkedip.
Peringatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengecek kembali kondisi jalur sebelum melakukan manuver.
Fungsi Blind Spot Monitoring di Jalanan Perkotaan
Kondisi lalu lintas perkotaan membuat Anda harus memperhatikan berbagai kendaraan yang bergerak dari sisi depan, samping, maupun belakang.
Dalam situasi tersebut, blind spot monitoring bisa memberikan lapisan kewaspadaan tambahan.
Berikut beberapa fungsi utamanya.
1. Membantu Mengurangi Risiko Tabrakan Ketika Pindah Jalur
Salah satu fungsi utama blind spot monitoring adalah memberi tahu pengemudi ketika ada kendaraan di area samping yang sulit terlihat.
Peringatan ini akan membantu pengemudi menunda perpindahan jalur apabila kondisi belum aman.
2. Membantu Mengantisipasi Senggolan dari Samping
Perpindahan jalur di tengah lalu lintas padat terkadang dilakukan dengan ruang yang terbatas. Adanya peringatan dini akan membantu pengemudi mengetahui keberadaan kendaraan yang melaju sejajar atau mendekat dari belakang.
3. Menambah Kewaspadaan terhadap Kendaraan di Sekitar
Kendaraan lain bisa berpindah dari area yang terlihat di kaca spion menuju titik buta hanya dalam waktu singkat.
Blind spot monitoring bekerja sebagai sistem pendukung yang membantu pengemudi memantau perubahan tersebut secara konsisten.
4. Membantu Mendeteksi Kendaraan yang Sulit Terlihat
Sepeda motor atau kendaraan berukuran kecil bisa berada di sisi mobil dan sulit terlihat melalui spion di kondisi tertentu. Sistem blind spot monitoring akan membantu mendeteksi keberadaannya apabila objek tersebut berada dalam jangkauan dan memenuhi kriteria deteksi sensor.
Kemampuan mendeteksi objek akan berbeda antara satu sistem dengan sistem lainnya, sehingga pengemudi tetap perlu melakukan pengecekan secara langsung.
5. Membantu Pengemudi Tetap Fokus
Pengemudi harus memproses banyak informasi sekaligus ketika berada di tengah lalu lintas. Peringatan otomatis dari blind spot monitoring merupakan informasi tambahan tanpa membuat pengemudi terus-menerus mengalihkan pandangan dari arah depan.
Manfaat Blind Spot Monitoring bagi Pengemudi
Selain membantu ketika berpindah jalur, penggunaan blind spot monitoring system memberikan sejumlah manfaat bagi pengemudi, seperti:
• Membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan yang berada di titik buta.
• Mendukung perpindahan jalur agar lebih aman.
• Memberikan informasi tambahan ketika berkendara di jalan yang ramai maupun jalan tol.
• Meningkatkan rasa percaya diri pengemudi saat melakukan manuver.
Apakah Blind Spot Monitoring Sama dengan Lane Change Assist?
Blind spot monitoring dan Lane Change Assist sama-sama berkaitan dengan keselamatan ketika berpindah jalur, tetapi fungsi keduanya tidak selalu sama.
Blind spot monitoring pada dasarnya berfokus pada mendeteksi dan memberikan peringatan ketika terdapat kendaraan di area titik buta.
Sementara itu, pada sistem Lane Change Assist tertentu, teknologi ini akan memberikan bantuan yang lebih aktif ketika perpindahan jalur. Kemampuan tersebut tergantung teknologi dan spesifikasi masing-masing kendaraan.
BSM juga berbeda dengan Rear Cross-Traffic Alert (RCTA). RCTA membantu mendeteksi lalu lintas yang melintas dari samping belakang ketika kendaraan sedang mundur, misalnya saat keluar dari area parkir. Pada beberapa kendaraan, BSM dan RCTA menggunakan sensor yang sama atau ditawarkan sebagai bagian dari satu rangkaian fitur keselamatan.
Keterbatasan Blind Spot Monitoring yang Perlu Diketahui
Meskipun bermanfaat, blind spot monitoring tetap merupakan fitur bantuan pengemudi dan mempunyai keterbatasan.
Kinerja sensor dapat dipengaruhi oleh desain sistem, jenis objek, kondisi lingkungan, maupun kondisi sensor. Kotoran atau kondisi cuaca tertentu juga dapat memengaruhi kemampuan sensor pada beberapa sistem.
Oleh sebab itu, jangan hanya mengandalkan indikator BSM ketika berpindah jalur. Pengemudi tetap perlu memeriksa kaca spion, menyalakan lampu sein sebelum melakukan manuver, melakukan shoulder check atau menoleh sejenak untuk memastikan titik buta aman, dan menjaga jarak yang cukup dengan kendaraan lain.
Pengecekan langsung tetaplah penting, karena area titik buta tidak bisa sepenuhnya dihilangkan hanya dengan kaca spion atau sistem elektronik.
Integrasi Blind Spot Monitoring pada JAECOO J5 EV
JAECOO J5 EV dilengkapi berbagai teknologi keselamatan untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi sekitar kendaraan.
Salah satunya adalah Blind Spot Detection (BSD), yang menjadi bagian dari rangkaian 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) pada JAECOO J5 EV. BSD mampu memberikan peringatan ketika terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat, sehingga bisa membantu mengurangi risiko ketika berpindah jalur.
Selain itu, JAECOO J5 EV memiliki 540° Panoramic View with Transparent Chassis yang memberikan visibilitas lebih luas terhadap area di sekitar hingga bagian bawah kendaraan. Teknologi ini melengkapi sistem bantuan keselamatan, khususnya ketika melakukan manuver di area sempit atau parkir.
BACA JUGA: Sunroof vs Panoramic Roof: Perbedaan yang Wajib Anda Tahu
Selalu Perhatikan Titik Blind Spot Ketika Berkendara!
Blind spot monitoring adalah sistem bantuan keselamatan yang membantu mendeteksi kendaraan di area titik buta dan memberikan peringatan kepada pengemudi.
Keberadaan BSM atau BSD sangatlah membantu, terutama ketika Anda hendak berpindah jalur. Meski demikian, fitur tersebut tetap harus digunakan bersama kebiasaan berkendara yang aman, seperti memeriksa spion, menyalakan lampu sein, menjaga jarak, dan melakukan shoulder check sebelum bermanuver.
JAECOO J5 EV mengombinasikan Blind Spot Detection sebagai bagian dari 17 fitur ADAS dengan kamera 540° untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan visibilitas pengemudi terhadap kondisi di sekitar kendaraan.
Jika Anda tertarik merasakan langsung teknologi keselamatan dan fitur modern yang ditawarkan SUV listrik ini, Anda bisa mencoba test drive JAECOO J5 EV sekarang juga!






