Cara kerja mobil hybrid PHEV pada dasarnya menggabungkan dua sumber tenaga, yaitu motor listrik dan mesin pembakaran internal. Berbeda dari hybrid konvensional, baterai pada PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal sehingga mobil bisa menempuh jarak tertentu hanya dengan tenaga listrik.
Ketika daya baterai berkurang atau mobil membutuhkan tenaga lebih besar, sistem dapat melibatkan mesin bensin. Energi saat kendaraan melambat juga dapat dimanfaatkan kembali melalui regenerative braking.
Kombinasi inilah yang membuat PHEV menawarkan efisiensi berkendara sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. Lantas, bagaimana sebenarnya sistem ini bekerja? Simak penjelasannya dalam artikel ini!
Apa Itu Mobil Hybrid Jenis PHEV?
Meskipun istilah "hybrid" sering digunakan secara umum, PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) kini menjadi varian yang paling diminati karena menawarkan transisi terbaik menuju mobilitas rendah karbon.
Perbedaan paling signifikan antara PHEV dengan mobil hybrid konvensional (HEV) terletak pada kapasitas baterainya yang jauh lebih besar serta fleksibilitas pengisian daya eksternal.
Sedangkan secara arsitektur, sistem ini mengombinasikan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) yang efisien dengan motor traksi listrik bertenaga sebagai penggerak utama.
Untuk keunggulan utama dari teknologi PHEV adalah pada kemampuannya untuk diisi ulang seperti kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). Anda bisa mengisi ulang baterai mobil tersebut melalui stopkontak rumah 230V maupun stasiun pengisian daya publik.
Selain itu, mobil dengan jenis PHEV umumnya memiliki sistem cerdas yang tetap mampu mengisi daya baterai secara mandiri melalui putaran mesin bensin maupun pemanfaatan energi pengereman regeneratif selama perjalanan.
Perpaduan berbagai keunggulan tersebutlah yang memastikan Anda mendapatkan mobil berefisiensi tinggi tanpa mengorbankan jarak tempuh.
Bagaimana Cara Kerja Mobil Hybrid Tipe PHEV?

Sumber: JAECOO Indonesia
Mobil tersebut biasanya memulai perjalanan dengan menggunakan tenaga listrik sepenuhnya hingga daya baterai mendekati titik tertentu, lalu secara otomatis beralih ke mesin pembakaran.
Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut dari cara kerja mobil hybrid jenis PHEV.
1. Mode Listrik Murni (EV Mode)
Ketika mobil PHEV Anda berada di dalam EV Mode, kendaraan akan beroperasi layaknya mobil listrik murni.
Energi dari baterai akan dialirkan oleh power electronics controller ke motor traksi listrik untuk memutar roda.
Selama mode tersebut aktif, mobil Anda menghasilkan Zero Tailpipe Emissions (nol emisi gas buang) yang sangat ideal untuk penggunaan harian di dalam kota yang padat.
2. Mode Hybrid (HEV Mode)
Kemudian, apabila baterai mobil Anda sudah mencapai level minimum atau ketika Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk akselerasi di jalanan, mesin pembakaran internal (ICE) akan mengambil alih.
Di mode HEV, mesin bensin dan motor listrik bekerja sama untuk memberikan performa maksimal. Mesin juga dapat berfungsi untuk mengisi kembali daya baterai saat mobil sedang berjalan.
3. Pengereman Regeneratif
Satu hal lain yang cukup menarik dari cara kerja mobil hybrid berjenis PHEV adalah kemampuannya untuk melakukan pengereman regeneratif.
Saat Anda mengerem atau melambat, motor listrik berubah fungsi menjadi generator. Energi kinetik yang biasanya terbuang sebagai panas pada rem konvensional diubah kembali menjadi energi listrik dan disimpan ke dalam baterai.
JAECOO J7 SHS-P, Membawa Standar Baru dengan Super Hybrid System

Sumber: JAECOO Indonesia
Sebagai representasi teknologi terdepan dari mobil PHEV, JAECOO menghadirkan J7 SHS-P (Super Hybrid System).
JAECOO J7 SHS-P bukan hanya sekadar mobil hybrid biasa, namun sebuah SUV modern yang dirancang dengan sistem "Super"; Super Hybrid System, Super Technology, dan Super Safety.
JAECOO J7 SHS-P mengandalkan teknologi mesin generasi kelima 1.5TDGI DHE (Dedicated Hybrid Engine) yang memiliki efisiensi termal hingga 44,5%. Tenaga tersebut disalurkan melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang efisien untuk menghasilkan tenaga motor hingga 201 hp dan torsi instan 310 Nm.
Selain itu, JAECOO J7 SHS-P juga memiliki beberapa keunggulan lain seperti:
• Kombinasi baterai dan tangki bensin memberikan jarak tempuh total lebih dari 1.300 km, menghilangkan kecemasan akan jarak jauh (range anxiety).
• Mendukung DC Fast Charging yang mampu mengisi daya 30% hingga 80% hanya dalam 20 menit.
• Dilengkapi tiga mode penghematan daya (Initial, Smart, Forced) untuk menyesuaikan dengan berbagai situasi jalanan secara cerdas.
BACA JUGA: Mengenal Kendaraan Plug-in Hybrid beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Rasakan Langsung Cara Kerja PHEV Bersama JAECOO J7 SHS-P
Memahami cara kerja mobil hybrid PHEV menunjukkan bagaimana teknologi elektrifikasi dapat memadukan efisiensi motor listrik dan fleksibilitas mesin bensin. JAECOO J7 SHS-P mengusung konsep ini melalui Super Hybrid System, dengan EV range hingga 100 km dan comprehensive range hingga 1.300 km berdasarkan NEDC.
Ingin merasakan langsung perpaduan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu SUV? Jadwalkan test drive JAECOO J7 SHS-P dan kenali teknologi SHS lebih dekat.







