Tutup
Model
Cerita
Super Hybrid System
Berita & Artikel
Cari Dealer
Hubungi Kami
ID
EN

Apa Itu Plug-in Hybrid? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Plug-in hybrid adalah mobil yang mengombinasikan motor listrik & mesin bensin, dengan baterai yang bisa diisi ulang. Lalu, apa bedanya dengan hybrid biasa?

April 28, 2026
kendaraan plug-in hybrid

Plug-in hybrid atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) adalah mobil yang menggabungkan motor listrik bertenaga baterai dan mesin bensin. 

Berbeda dari hybrid biasa, baterai pada PHEV bisa diisi ulang melalui sumber listrik eksternal, seperti charger rumah atau stasiun pengisian daya. 

Bisa dibilang, PHEV dianggap sebagai titik tengah antara mobil hybrid dan mobil listrik murni.

Berikut ini uraian pengertian plug-in hybrid, cara kerja, dan kelebihannya yang patut Anda ketahui. 

BACA JUGA: Menelisik Mobil Listrik SUV: Solusi Berkendara Tanpa Emisi
 

Apa Itu Plug-in Hybrid?


PHEV adalah mobil dengan dua sumber tenaga utama, yaitu baterai listrik dan mesin pembakaran internal (bensin). Saat daya baterai masih cukup, mobil dapat melaju dengan tenaga listrik. 

Ketika daya baterai menipis atau kondisi berkendara membutuhkan tenaga tambahan, mesin bensin akan bekerja untuk membantu atau mengambil alih penggerak kendaraan.

Mobil hybrid biasa memang sama-sama memakai mesin bensin dan motor listrik, tetapi baterainya tidak diisi dari colokan luar. Pada PHEV, baterai bisa diisi lewat kabel charger seperti mobil listrik. Karena baterainya lebih besar, jarak tempuh dengan mode listrik pun lebih panjang dibanding hybrid biasa.

Dengan kata lain, plug-in hybrid adalah mobil listrik yang masih punya mesin bensin, tetapi juga bisa dipakai layaknya mobil listrik dalam kondisi tertentu.
 

Cara Kerja Plug-in Hybrid


Cara kerja plug-in hybrid pada dasarnya mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin. Jadi, mobil PHEV akan memulai perjalanan dengan mode listrik atau all-electric. Artinya, mobil bergerak hanya dengan tenaga dari baterai tanpa melibatkan mesin bensin.

Ketika daya baterai berkurang, sistem akan beralih ke mode hybrid. Pada tahap ini, mesin bensin mulai bekerja bersama motor listrik atau menjadi sumber tenaga utama, tergantung desain sistem kendaraannya. 

Pergantian ini umumnya berlangsung otomatis, sehingga pengemudi tidak perlu repot memindahkan mode secara manual setiap saat.

Selain dapat diisi dari charger eksternal, baterai PHEV juga bisa mendapatkan energi dari dua sumber lain. Pertama, dari kerja mesin pembakaran internal. 

Kedua, dari pengereman regeneratif yang mengubah energi gerak saat deselerasi menjadi listrik untuk disimpan kembali ke baterai. 
 

Perbedaan Plug-in Hybrid dan Hybrid Biasa


Plug-in hybrid dan hybrid biasa sepintas memang mirip, karena keduanya sama-sama memakai mesin bensin dan motor listrik. 

Namun, ada beberapa perbedaan yang perlu Anda pahami.
 

1. Kapasitas baterai


Hybrid biasa memakai baterai yang lebih kecil. Fungsinya adalah membantu efisiensi bahan bakar dan mendukung akselerasi di kecepatan rendah. 

Sementara itu, plug-in hybrid memakai baterai yang lebih besar, sehingga mobil dapat menempuh jarak lebih jauh hanya dengan tenaga listrik.
 

2. Cara pengisian daya


Hybrid biasa tidak perlu dicas dari luar. Baterainya terisi melalui mesin dan pengereman regeneratif. 

Sebaliknya, baterai PHEV perlu diisi lewat colokan eksternal agar mode listriknya bisa dipakai optimal.
 

3. Sumber tenaga utama


Pada hybrid biasa, mesin bensin masih menjadi sumber tenaga utama. Motor listrik lebih banyak berfungsi sebagai pendamping. 

Namun, pada plug-in hybrid, baterai berperan jauh lebih besar. Di beberapa kondisi, tenaga listrik menjadi sumber utama selama daya baterai masih tersedia.
 

4. Efisiensi dan emisi


Karena porsi penggunaan listrik lebih besar, PHEV cenderung lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan emisi lebih rendah daripada hybrid biasa, terutama jika rutin diisi daya.

BACA JUGA: Apa Itu Mobil Listrik (EV): Arti, Jenis, dan Cara Kerjanya
 

Perbedaan Plug-in Hybrid dan Mobil Listrik


Selain berbeda dari hybrid biasa, PHEV juga berbeda dari mobil listrik murni atau BEV. Mobil listrik sepenuhnya mengandalkan baterai dan motor listrik. Jika daya habis, kendaraan harus diisi ulang sebelum melanjutkan perjalanan.

Plug-in hybrid tidak seperti itu. Saat baterai habis, mobil masih bisa berjalan menggunakan mesin bensin. Inilah yang membuat PHEV lebih fleksibel bagi pengguna yang sering bepergian jauh atau belum memiliki akses pengisian daya yang ideal setiap saat.

Namun, dari sisi pengalaman berkendara, PHEV tetap memberikan pengalaman berkendara yang mendekati mobil listrik. Saat digunakan dalam mode EV, suara mesinnya lebih halus, getarannya lebih minim, dan respons akselerasinya terasa cepat. 
 

Kelebihan Plug-in Hybrid


Setelah memahami definisi plug-in hybrid, Anda juga perlu melihat keunggulan yang membuat teknologi ini semakin diminati.
 

1. Lebih Hemat Bahan Bakar


Keunggulan yang paling terasa tentu efisiensi. Untuk penggunaan harian jarak dekat, PHEV dapat mengandalkan tenaga listrik sehingga konsumsi bensin bisa ditekan. 
 

2. Emisi Karbon Lebih Rendah


Saat mobil berjalan dalam mode listrik, emisi gas buang dapat ditekan sangat rendah, bahkan tidak ada emisi knalpot selama mesin bensin tidak aktif. 
 

3. Bisa Dicas di Rumah


Karena baterainya bisa diisi dari luar, Anda dapat mengisi daya di rumah dengan perangkat pengisian yang sesuai. Tentu, ini memberikan kenyamanan tambahan karena mobil bisa siap dipakai keesokan harinya dengan baterai yang sudah terisi.
 

4. Tetap Andal untuk Perjalanan Jarak Jauh


Salah satu keunggulan PHEV adalah fleksibilitas. Saat daya baterai habis, mesin bensin akan mengambil alih. Oleh karena itu, Anda tidak perlu terlalu khawatir soal jarak tempuh seperti pada mobil listrik murni.
 

5. Pengalaman Berkendara Lebih Nyaman


Dalam mode EV, mobil PHEV terasa lebih senyap dan halus. Getaran mesin juga berkurang karena pada kondisi tertentu mesin tidak perlu aktif.

BACA JUGA: Apakah JAECOO Mobil Listrik? Ini Teknologi & Performanya
 

Apakah Mobil Plug-in Hybrid Layak Dipertimbangkan?


Singkatnya, PHEV adalah mobil yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin, dengan baterai yang bisa diisi dari colokan eksternal. Teknologi ini menawarkan efisiensi, emisi yang lebih rendah, dan fleksibilitas yang sulit diabaikan.

Bagi Anda yang ingin berkontribusi pada pengurangan emisi dan menghemat biaya bahan bakar, jenis mobil ini adalah solusi yang sangat relevan di era transisi menuju kendaraan listrik.

JAECOO kini juga menyediakan beberapa pilihan mobil hybrid dengan fitur dan spesifikasi menarik. Untuk kebutuhan test drive, silakan kunjungi halaman ini

JAECOO Indonesia

JAECOO Indonesia

JAECOO Indonesia adalah sub-merek SUV premium dari Chery Group yang berfokus pada kendaraan urban off-road tangguh namun elegan. Jaecoo hadir di Indonesia dengan menawarkan teknologi canggih seperti Super Hybrid System (SHS), fitur ADAS, dan kenyamanan premium.