Kemacetan kini menjadi bagian dari mobilitas perkotaan sehari-hari.
Meskipun mobil bergerak lambat, situasi stop-and-go tetap membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Hal ini karena jarak antarkendaraan sangat rapat dan pergerakan lalu lintas bisa datang dari segala arah.
Oleh karena itu, berkendara di tengah kemacetan tidak sebatas mengatur gas dan rem saja. Anda juga harus menjaga jarak aman, memantau area blind spot, dan berhati-hati saat berpindah lajur.
Simak cara mengemudi mobil saat macet berikut ini!
BACA JUGA: Apa Itu Child Safety Lock? Fitur untuk Keamanan Anak di Mobil!
Cara Mengemudi Mobil Saat Macet yang Perlu Diperhatikan
Ada beberapa cara mengemudi mobil saat macet, terutama dalam menghadapi lalu lintas padat atau kondisi stop-and-go. Di antaranya:
1. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan
Hindari membuntuti kendaraan di depan terlalu dekat hanya karena takut disalip oleh mobil lain. Jarak aman memberikan Anda waktu untuk bereaksi jika kendaraan di depan mengerem mendadak.
Sebenarnya, tidak ada angka pasti dalam meter untuk jarak aman. Jarak ideal selalu berubah tergantung kecepatan, cuaca, kondisi jalan, dan kesiapan Anda sendiri.
Saat lalu lintas mulai lancar, manfaatkan aturan 3 detik dari Korlantas Polri berikut ini.
• Pilih satu objek tetap di pinggir jalan (seperti tiang atau pohon).
• Tunggu kendaraan di depan melewati objek tersebut.
• Pastikan mobil Anda baru melewati objek yang sama minimal 3 detik setelah itu.
Tambahkan jeda waktu ini jika hari sedang hujan atau pandangannya terhalang. Saat macet total dan mobil merayap, tetap jaga jarak sedikit lebih longgar agar Anda bisa berhenti dengan halus tanpa perlu menginjak gas dan rem mendadak.
2. Jaga Fokus dan Hindari Mengoperasikan Smartphone
Meski melaju dengan kecepatan rendah, Anda tetap perlu memperhatikan kondisi sekitar. Saat macet, motor, sepeda, atau pejalan kaki bisa muncul tiba-tiba dari area yang tidak terlihat (blind spot).
Oleh karena itu, hindari waktu berhenti untuk bermain smartphone, membaca pesan, atau membuka media sosial. Korlantas Polri mengingatkan bahwa penggunaan smartphone dapat merusak fokus visual, tangan, dan pikiran Anda.
Selain itu, berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009, setiap pengemudi juga wajib berkendara dengan penuh konsentrasi.
Agar tetap aman, atur aplikasi navigasi sebelum berangkat. Aktifkan juga panduan suara agar Anda tidak perlu terus-menerus melihat layar saat mobil berjalan.
3. Gunakan Auto Hold saat Berhenti
Apabila mobil Anda dilengkapi Auto Hold, manfaatkan fitur ini untuk mengurangi kelelahan pada kaki.
Ketika aktif, Auto Hold akan menahan rem secara otomatis saat mobil berhenti, sehingga Anda bisa melepas pedal rem dengan aman.
Fitur ini sangat berguna saat antrean macet panjang atau ketika berhenti di jalan menanjak. Namun, ingat bahwa cara kerja fitur ini bisa berbeda di setiap mobil.
Untuk itu, selalu cek lampu indikator di dasbor dan baca buku manual mobil Anda terlebih dahulu.
Ketika lalu lintas mulai bergerak dan Anda ingin berjalan kembali, selalu pantau motor, sepeda, atau pejalan kaki di sekitar sebelum menginjak pedal gas.
4. Lakukan Akselerasi dan Pengereman secara Halus
Mengemudi saat macet tidak membutuhkan akselerasi yang agresif. Jika mobil di depan baru maju beberapa meter, hindari menginjak gas terlalu dalam, lalu mengerem mendadak setelahnya.
Disarankan untuk mengikuti ritme jalan dengan gas tipis-tipis dan kecepatan rendah. Pantau juga pergerakan beberapa mobil di depan Anda untuk membaca situasi, apakah antrean mulai lancar atau akan berhenti lagi.
Ketika ingin melambat, lepas pedal gas lebih awal dan injak rem secara perlahan. Dengan begitu, pengemudi di belakang Anda memiliki waktu untuk ikut menurunkan kecepatan dengan aman.
5. Periksa Blind Spot sebelum Berpindah Lajur
Perpindahan lajur di tengah kemacetan memerlukan perhatian ekstra. Hal inini karena sepeda motor dapat bergerak di antara kendaraan dan masuk ke area yang sulit terlihat dari kaca spion.
Sebelum berpindah lajur, periksa kaca spion, area samping kendaraan, serta blind spot.
Setelah itu, nyalakan lampu sein untuk mengomunikasikan arah pergerakan Anda kepada pengguna jalan lain. Korlantas Polri menegaskan bahwa lampu sein harus digunakan sebelum melakukan manuver, tetapi pemberian isyarat tidak berarti Anda otomatis berhak berpindah lajur.
Selain itu, pastikan juga kondisi di sekitar sudah aman sebelum menggerakkan kendaraan. Hindari pula perpindahan lajur secara mendadak hanya karena lajur di sebelahnya bergerak sedikit lebih cepat.
6. Manfaatkan Driving Assist Sesuai Kondisi Operasionalnya
Mobil modern memiliki teknologi untuk mengurangi beban pengemudi ketika menghadapi lalu lintas padat.
Salah satunya adalah Traffic Jam Assist (TJA), yang bekerja bersama sistem bantuan berkendara lain untuk membantu pengendalian kendaraan di kondisi lalu lintas tertentu.
Adaptive Cruise Control (ACC) juga efektif dalam menyesuaikan kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan.
Pada JAECOO J8 SHS-P ARDIS, TJA dan ACC termasuk dalam 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Meski demikian, TJA maupun ACC tetap merupakan sistem bantuan pengemudi. Anda sebagai pengemudi perlu memperhatikan kondisi jalan, menjaga kendali kendaraan, serta siap mengerem atau mengambil alih kemudi apabila diperlukan.
Di sisi lain, hindari menggunakan fitur bantuan pengemudi di luar kondisi operasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan.
7. Manfaatkan Regenerative Braking pada Mobil Elektrifikasi
Pada kendaraan listrik dan hibrida, deselerasi juga bisa dimanfaatkan untuk memulihkan sebagian energi.
Teknologi regenerative braking membuat motor listrik berfungsi sebagai generator. Sebagian energi kinetik kendaraan kemudian diubah menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai.
Namun, energi yang dipulihkan tidak selalu sama. Besarnya regenerasi dipengaruhi oleh desain kendaraan, kecepatan, mode berkendara, kondisi baterai, temperatur, serta berbagai parameter lainnya.
Sistem pengereman regeneratif juga tidak menggantikan fungsi rem mekanis. Untuk itu, gunakan pedal rem sewajarnya, terutama ketika membutuhkan deselerasi yang lebih kuat atau dalam keadaan darurat.
8. Pastikan Posisi Duduk dan Kondisi Tubuh Tetap Nyaman
Macet panjang tentu bisa membuat Anda lelah, meski mobil hanya bergerak pelan.
Untuk menguranginya, atur posisi duduk agar punggung tertopang dengan baik. Pastikan tangan nyaman memegang setir dan kaki tidak perlu meregang berlebihan ketika menginjak pedal.
Selain itu, atur suhu AC agar kabin tetap sejuk dan pastikan Anda minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
Apabila Anda mulai merasa lelah atau mengantuk, hindari memaksakan diri berkendara dengan mengandalkan fitur asisten pengemudi (ADAS). Disarankan untuk mencari tempat yang aman untuk beristirahat.
JAECOO J8 SHS-P ARDIS Mendukung Mobilitas di Lalu Lintas Padat
Menghadapi kemacetan akan terasa nyaman ketika kendaraan dilengkapi sistem bantuan berkendara dan teknologi elektrifikasi yang mendukung mobilitas stop-and-go.
JAECOO J8 SHS-P ARDIS merupakan SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang memadukan mesin 1,5T dengan sistem 3DHT serta motor listrik.
Untuk membantu pengemudi, JAECOO J8 SHS-P ARDIS dilengkapi 19 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist.
Sebagai PHEV, J8 SHS-P ARDIS juga memanfaatkan sistem penggerak elektrifikasi yang memungkinkan sebagian energi dari proses pengereman regeneratif dikembalikan ke baterai dalam kondisi tertentu.
Selain itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS memiliki sistem penggerak yang menghasilkan tenaga gabungan 395 kW dan torsi 650 Nm, dengan maximum range hingga 1.400 km.
Jarak tempuh aktual tentunya dapat berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi jalan, tingkat kemacetan, kecepatan, penggunaan pendingin kabin, muatan, temperatur, kondisi baterai, dan pola berkendara.
BACA JUGA: Apa Itu Roof Rack? Fungsi dan Kelebihannya untuk Mobil
Nyaman Berkendara Bersama JAECOO J8 SHS-P ARDIS!
Mengemudi saat macet membutuhkan kontrol yang tenang, menjaga jarak aman, dan perhatian penuh terhadap kondisi di sekitar.
Selain itu, teknik berkendara yang halus juga bisa mengurangi risiko pengereman mendadak sekaligus membuat perjalanan semakin nyaman.
JAECOO J8 SHS-P ARDIS memadukan sistem SHS dengan berbagai teknologi bantuan pengemudi dan fitur kenyamanan untuk mendukung perjalanan di tengah lalu lintas perkotaan.
Segera jadwalkan test drive JAECOO J8 SHS-P ARDIS!







