Mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) tidak membutuhkan oli mesin. Alasannya, mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal, seperti mobil bensin atau diesel.
Namun, bukan berarti mobil listrik sama sekali bebas dari pelumas dan fluida. Beberapa bagian pada sistem penggerak dapat menggunakan gear oil atau pelumas khusus, sedangkan sistem pengereman dan manajemen termal tetap membutuhkan fluida, seperti minyak rem dan cairan pendingin.
Menurut U.S. Department of Energy tentang perawatan kendaraan listrik, BEV membutuhkan lebih sedikit perawatan karena memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan fluida yang perlu dirawat.
Perbedaannya justru terletak pada fungsi dan perawatannya. Pelumas yang terdapat pada mobil listrik tidak bekerja untuk melumasi piston, poros engkol, katup, dan komponen mesin pembakaran seperti oli mesin konvensional.
BACA JUGA: Apa Itu Mobil Listrik (EV): Arti, Jenis, dan Cara Kerjanya
Apakah Mobil Listrik Pakai Oli Mesin?
Mobil listrik tidak menggunakan oli mesin. Oli mesin dibutuhkan pada mobil konvensional untuk melumasi komponen yang bergerak, seperti piston, poros engkol, camshaft, dan komponen katup.
Sementara itu, BEV menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga. Tidak ada proses pembakaran bahan bakar serta tidak terdapat piston, silinder, poros engkol, maupun sistem pelumasan mesin seperti di mobil bensin atau diesel.
Oleh sebab itu, Anda tidak perlu melakukan penggantian oli mesin maupun filter oli secara berkala pada BEV.
Mobil yang Tetap Menggunakan Oli Mesin
Tidak semua kendaraan elektrifikasi bebas dari oli mesin.
Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) tetap memiliki mesin pembakaran internal yang bekerja bersama motor listrik.
Artinya, karena masih memiliki mesin bensin atau diesel, kendaraan tersebut tetap membutuhkan oli mesin, filter oli, sistem pendinginan mesin, serta sejumlah komponen perawatan mesin konvensional lainnya.
U.S. Department of Energy menjelaskan bahwa kebutuhan perawatan HEV dan PHEV masih mirip dengan kendaraan konvensional, karena keduanya tetap menggunakan mesin pembakaran internal.
Jika Tidak Pakai Oli Mesin, Apakah Mobil Listrik Tetap Membutuhkan Pelumas?
Ya, beberapa komponen mobil listrik tetap membutuhkan pelumas. Namun, pelumas tersebut bukan oli mesin.
Sistem penggerak listrik masih memiliki komponen mekanis, seperti roda gigi, bantalan, dan unit reduksi yang harus bekerja dengan gesekan serendah mungkin.
Inilah yang kerap menimbulkan kesalahpahaman. Ketika disebut bahwa mobil listrik masih "menggunakan oli", yang dimaksud biasanya bukan oli mesin seperti pada kendaraan bensin, melainkan pelumas khusus untuk bagian tertentu di sistem penggeraknya.
Beberapa kendaraan menggunakan reduction gear lubricant untuk melumasi roda gigi dan komponen mekanis pada unit penggerak. Spesifikasi fluida tersebut berbeda dari oli mesin, karena dirancang untuk kebutuhan sistem penggerak listrik.
Jenis dan letak pelumas tersebut tergantung rancangan masing-masing kendaraan. Jadi, tidak tepat mengatakan bahwa semua mobil listrik menggunakan jenis maupun volume oli yang sama.
Fluida Apa Saja yang Digunakan Mobil Listrik?
Selain pelumas pada sistem penggerak, mobil listrik tetap memiliki beberapa jenis fluida yang menjalankan fungsi penting. Namun, tidak semua fluida tersebut merupakan oli atau pelumas.
1. Gear Oil atau Pelumas Unit Reduksi
Motor listrik dapat berputar pada kecepatan tinggi. Putaran tersebut perlu diteruskan ke roda dengan rasio yang sesuai melalui unit reduksi atau sistem roda gigi.
Pada sistem tertentu, roda gigi dan bantalan tersebut menggunakan gear oil, reduction gear lubricant, atau fluida penggerak khusus untuk mengurangi gesekan, melindungi permukaan roda gigi, mengurangi keausan, membantu pengelolaan panas, serta menjaga efisiensi sistem penggerak.
Jadi, karena desain setiap EV berbeda, pemeriksaan atau penggantian pelumas unit reduksi harus mengikuti buku perawatan kendaraan, bukan menggunakan satu interval umum untuk semua mobil listrik.
2. Cairan Pendingin
Baterai bertegangan tinggi, motor listrik, inverter, dan komponen elektronika daya dapat menghasilkan panas selama kendaraan beroperasi.
Oleh karena itu, banyak EV menggunakan sistem manajemen termal agar komponennya bekerja di rentang suhu yang dirancang. Salah satu medianya adalah cairan pendingin (coolant).
U.S. Department of Energy menjelaskan bahwa sebagian sistem baterai kendaraan listrik menggunakan cairan pendingin.
Namun, cairan pendingin tidak dapat disamakan dengan oli mesin. Desain sistem manajemen termal pun dapat berbeda antara satu kendaraan listrik dan kendaraan listrik lainnya.
3. Minyak Rem
Mobil listrik tetap menggunakan sistem pengereman hidraulis. Artinya, tetap membutuhkan minyak rem atau brake fluid.
Fungsi oli pengereman adalah meneruskan tekanan hidraulis dalam sistem pengereman, bukan sebagai oli pelumas mesin.
Selain itu, meskipun kendaraan listrik memiliki sistem regenerative braking, rem mekanis tetap diperlukan.
U.S. Department of Energy mencatat bahwa sistem rem BEV umumnya mengalami keausan lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional, berkat adanya pengereman regeneratif.
Dengan demikian, minyak rem tetap menjadi fluida penting pada mobil listrik, tetapi tidak termasuk oli mesin.
4. Pelumas pada Bantalan dan Komponen Mekanis
Mobil listrik juga dapat menggunakan gemuk atau grease pada bagian tertentu, misalnya bantalan, sambungan, atau komponen mekanis lainnya.
Pelumas tersebut biasanya tidak termasuk komponen yang harus diganti rutin oleh pemilik kendaraan sebagaimana oli mesin.
Pemeriksaan serta penggantiannya dilakukan sesuai kebutuhan dan prosedur servis kendaraan.
Apakah Motor Listrik Menggunakan Oli?
Motor listrik tidak membutuhkan oli mesin seperti mesin pembakaran internal. Namun, sistem penggerak listrik memiliki bantalan, roda gigi, atau unit reduksi yang memerlukan pelumasan.
Pada desain tertentu, motor, roda gigi, dan drive unit ditempatkan dalam satu sistem terintegrasi, sehingga fluida bisa menjalankan lebih dari satu fungsi.
Artinya, keberadaan pelumas di dalam sebuah EV tidak berarti motor listrik menggunakan oli mesin seperti mesin pembakaran internal.
Perbedaan Oli dan Fluida Mobil Listrik dengan Mobil Bensin
Perbedaan sistem penggerak membuat kebutuhan perawatan kedua jenis kendaraan tidak sama.
Komponen/Fluida | Mobil Listrik Murni (BEV) | Mobil Bensin |
| Oli mesin | Tidak digunakan | Digunakan |
| Filter oli mesin | Tidak digunakan | Digunakan |
| Gear oil/pelumas unit penggerak | Dapat digunakan, tergantung desain | Digunakan sesuai jenis transmisi |
| Minyak rem | Digunakan | Digunakan |
| Cairan pendingin | Digunakan sesuai desain sistem | Digunakan |
| Busi | Tidak digunakan | Digunakan |
| Filter bahan bakar | Tidak digunakan | Dapat digunakan |
| Sistem pengereman regeneratif | Umumnya tersedia | Umumnya tidak tersedia pada kendaraan nonhibrida |
Perbedaan yang paling mendasar adalah tidak adanya berbagai kebutuhan servis yang berkaitan langsung dengan mesin pembakaran pada BEV.
Hal ini membuat BEV memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan fluida yang memerlukan penggantian rutin. Namun, kendaraan listrik tetap memerlukan pemeriksaan berkala agar baterai, sistem penggerak, rem, suspensi, ban, dan sistem pendinginan bekerja sesuai spesifikasinya.
Prinsip tersebut juga ditegaskan oleh U.S. Department of Energy. Meskipun tidak membutuhkan oli mesin, EV tetap menggunakan beberapa jenis fluida dan memerlukan perawatan rutin.
Apakah Oli Mobil Listrik Perlu Diganti?
Pelumas pada mobil listrik membutuhkan pemeriksaan atau penggantian, tetapi intervalnya tergantung desain kendaraan dan rekomendasi produsen.
Tidak ada satu interval penggantian pun yang dapat digunakan untuk seluruh EV.
Hal serupa berlaku untuk minyak rem, cairan pendingin, pelumas unit penggerak, dan fluida lainnya.
Meskipun sejumlah produsen fluida atau kendaraan bisa memberikan contoh interval tertentu, angka tersebut sebaiknya tidak diterapkan secara universal pada merek dan model lain.
U.S. Department of Energy merekomendasikan pemilik kendaraan untuk merujuk kepada produsen, dealer, atau buku manual guna mengetahui kebutuhan perawatan sistem kendaraan listrik.
Oleh karena itu, buku manual dan jadwal servis resmi kendaraan merupakan acuan untuk mengetahui jenis fluida yang digunakan, spesifikasi fluida, kapan fluida harus diperiksa, kapan fluida harus diganti, serta jumlah atau volume yang dibutuhkan.
Penggunaan fluida yang tidak sesuai spesifikasi dapat memengaruhi performa maupun masa pakai komponen.
Mengapa Perawatan Mobil Listrik Lebih Praktis?
Tidak adanya mesin pembakaran internal membuat mobil listrik lebih mudah dirawat.
Anda tidak perlu mengganti oli mesin, filter oli, busi, filter bahan bakar, atau sejumlah komponen mesin pembakaran lainnya.
U.S. Department of Energy menyebut sistem baterai, motor, dan perangkat elektronik pada BEV umumnya memerlukan sedikit hingga tidak ada perawatan terjadwal.
BEV juga memiliki lebih sedikit komponen bergerak serta lebih sedikit fluida yang memerlukan perawatan rutin.
Komponen Mobil Listrik yang Tetap Perlu Dirawat
Alih-alih berfokus pada penggantian oli mesin, servis berkala BEV lebih banyak melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan.
1. Ban
Ban tetap merupakan titik kontak utama antara kendaraan dan permukaan jalan. Oleh karena itu, tekanan, kedalaman tapak, kondisi fisik, keseimbangan, dan pola keausan ban perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan kendaraan.
2. Sistem Pengereman
Walaupun regenerative braking dapat mengurangi penggunaan rem mekanis di berbagai situasi, cakram, kampas rem, kaliper, dan minyak rem tetap harus diperiksa.
3. Sistem Pendinginan
Cairan pendingin pada baterai atau sistem penggerak perlu berada di kondisi dan volume yang sesuai apabila kendaraan menggunakan sistem pendinginan berbasis cairan.
4. Sistem Tegangan Tinggi
Baterai, kabel tegangan tinggi, konektor, inverter, dan komponen listrik lainnya harus diperiksa menggunakan prosedur serta peralatan yang sesuai.
Perbaikan sistem bertegangan tinggi sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memiliki kompetensi untuk menangani kendaraan listrik.
5. Perangkat Lunak Kendaraan
Berbagai fungsi EV dikendalikan oleh perangkat lunak. Pembaruan perlu dilakukan sesuai prosedur dan rekomendasi produsen kendaraan.
BACA JUGA: 11 Kelebihan Mobil Listrik, Inovasi Kendaraan Ramah Lingkungan
Nikmati Pengalaman Berkendara dengan JAECOO J5 EV Tanpa Oli Mesin
JAECOO J5 EV merupakan Battery Electric Vehicle (BEV) yang menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga.
JAECOO J5 EV dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 155 kW atau 210 PS dan torsi 288 Nm. Tenaga tersebut berasal dari baterai berkapasitas 60,9 kWh yang mendukung pengisian cepat DC hingga 130 kW.
Dengan lebih sedikit komponen bergerak dan tanpa penggantian oli mesin, JAECOO J5 EV memiliki perawatan yang lebih praktis dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal.







