Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, pertanyaan seputar mobil listrik juga semakin sering muncul. Salah satu yang paling banyak ditanyakan adalah apakah mobil listrik pakai oli seperti mobil bensin?
Pertanyaan ini wajar ditanyakan, terutama bagi Anda yang selama ini terbiasa dengan kendaraan bermesin konvensional. Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan lengkap mengenai apakah mobil listrik itu pakai oli atau tidak. Jadi, pastikan simak sampai akhir, ya!
Apakah Mobil Listrik Pakai Oli?
Pada dasarnya, mobil listrik memang tidak dilengkapi dengan mesin pembakaran internal yang punya ratusan komponen bergerak dan menghasilkan panas tinggi. Meski begitu, kendaraan elektrifikasi ini tetap memiliki bagian mekanis, seperti motor listrik, gearbox (transmisi satu percepatan), dan sistem pendinginan yang membutuhkan pelumas.
Namun, berbeda dari oli mesin pada mobil berbahan bakar bensin atau solar, oli yang digunakan pada mobil listrik lebih ditujukan untuk pelumasan sistem transmisi dan pendinginan.
Tanpa adanya pelumas ini, maka gesekan antarkomponen bisa menimbulkan panas berlebih serta mempercepat keausan. Maka dari itu, jawaban dari pertanyaan apakah mobil listrik pakai oli adalah ya, meski dalam kapasitas dan fungsi yang berbeda.
Jenis-Jenis Pelumas yang Digunakan pada Mobil Listrik
Setelah tahu apakah mobil listrik pakai oli, berikut adalah berbagai jenis oli dan pelumas lainnya yang digunakan pada mobil listrik.
1. Oli Pendingin Motor Listrik
Beberapa motor listrik modern juga membutuhkan cairan pendingin berbasis oli. Hal ini dilakukan untuk menjaga suhu tetap stabil, khususnya saat kendaraan beroperasi dalam beban berat atau suhu yang ekstrem.
Secara umum, sistem ini mirip dengan radiator pada konvensional. Akan tetapi, cairan yang digunakan bisa berupa poli khusus pendingin.
2. Minyak Rem atau Brake Fluid
Minyak rem atau biasa disebut brake fluid adalah pelumas yang memiliki peranan vital dalam pengereman kendaraan karena berfungsi meneruskan tekanan dari injakan pedal rem ke kampas rem agar terjadi deselerasi atau pengereman. Pelumas ini harus diganti setiap dua tahun sekali atau setiap 40.000 km, tergantung dari mana yang tercapai terlebih dahulu.
3. Oli Reducer atau Reduce Oil
Oli reducer merupakan jenis fluida yang berfungsi untuk melumasi roda gigi, mengurangi gesekan, hingga mencegah keausan atau korosi. Tujuan adanya pelumas ini adalah untuk memastikan transmisi bekerja optimal dengan mengubah kecepatan motor menjadi torsi yang dibutuhkan. Adapun oli reducer ini harus diganti setiap empat tahun sekali atau setiap 60.000.
Perbedaan Perawatan Oli pada Mobil Listrik dan Mobil Konvensional
Salah satu yang menjadi keunggulan penggunaan mobil listrik adalah biaya perawatan yang lebih rendah. Hal ini juga termasuk frekuensi penggantian oli yang jauh lebih jarang daripada mobil berbahan bakar fosil.
Apabila mobil konvensional perlu ganti oli mesin setiap 5.000 sampai 10.000 km, mobil listrik hanya membutuhkan penggantian oli mobil listrik, seperti oli pendingin, minyak rem, dan oli reducer setiap 40.000 - 100.000 km, tergantung dari merek dan jenis kendaraan.
Tidak hanya itu saja, oli pada mobil listrik juga cenderung lebih bersih dan tahan lama karena jenis oli yang digunakan tidak harus menangani pembakaran.
Akan tetapi, penting bagi Anda untuk selalu merujuk pada buku manual kendaraan serta mengikuti jadwal servis berkala dari pabrikan. Pasalnya, meski perawatan mobil listrik cenderung minim, pengabaian terhadap sistem pelumasan tetap bisa menyebabkan kerusakan serius.
Cara Menjaga Kondisi Mobil Listrik agar Performanya Tetap Optimal
Mobil listrik kini telah menjadi investasi yang membutuhkan perawatan berkala agar kinerja dan performanya tetap optimal. Dengan begitu, umur pakai baterainya juga dapat lebih panjang.
Berikut ini adalah berbagai cara efektif yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kondisi mobil listrik agar tetap optimal.
1. Isi Ulang Baterai Mobil Tepat Waktu
Baterai adalah jantung dari mobil listrik, sehingga penting bagi Anda untuk menjaga kesehatannya dengan baik. Untuk itu, sebaiknya Anda hindari menjatuhkan level daya baterai terlalu rendah.
Kemudian pastikan untuk selalu mengisi ulang baterai pada waktu yang tepat. Idealnya, isi ulang baterai dilakukan tiap dua hari sekali untuk mencegah penurunan tegangan energi yang berlebihan. Namun, hal ini tetap harus disesuaikan dengan kebiasaan pemakaian sehari-hari Anda.
2. Parkir di Tempat yang Teduh
Suhu tinggi akibat paparan sinar matahari secara langsung bisa berdampak negatif pada performa baterai mobil listrik. Jadi, sangat disarankan untuk memarkirkan mobil listrik di tempat yang teduh. Tujuannya adalah untuk membantu mengurangi risiko overheating dan memperpanjang umur baterai.
3. Lakukan Pengecekan Rutin
Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap setiap komponen kunci mobil listrik. Mulai dari rem, suspensi, hingga ban harus diperiksa secara berkala untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Selain itu, pemeriksaan rutin juga dapat membantu mendeteksi potensi masalah lebih dini sekaligus mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada kendaraan.
4. Lakukan Pembaruan Software Secara Berkala
Mobil listrik sangat mengandalkan software untuk mengatur berbagai fungsi. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pembaruan software secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Hal ini penting mengingat pembaruan software tidak hanya dapat meningkatkan performa mobil, tapi juga mencegah potensi masalah sistem yang bisa memengaruhi kinerja kendaraan secara keseluruhan.
5. Gunakan Charger Resmi dari Pabrik
Ketika mengisi ulang baterai, pastikan untuk selalu menggunakan charger resmi yang disediakan oleh pabrikan. Hal ini karena charger resmi dirancang khusus untuk kompatibilitas dengan sistem baterai mobil listrik. Sedangkan penggunaan charger tidak resmi dapat meningkatkan risiko kerusakan dan mengurangi umur baterai.
Sudah Lebih Tahu tentang Cara Kerja dan Fungsi Oli pada Mobil Listrik?
Dari pertanyaan apakah mobil listrik pakai oli, bisa diketahui bahwa mobil listrik tidak menggunakan oli mesin. Namun, tetap ada jenis oli khusus yang digunakan pada mobil listrik untuk pelumasan sistem transmisi dan pendinginan.
Salah satu mobil listrik terbaik dengan spesifikasi dan fitur canggih adalah JAECOO J5 EV. Mobil ini dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan teknologi yang dilengkapi desain futuristik, kabin ergonomis, dan berbagai fitur modern lain.
Jika Anda tertarik beralih ke mobil listrik JAECOO J5 EV, bisa coba test-drive langsung untuk merasakan sensasi berkendara menggunakan mobil listrik yang ramah lingkungan. Yuk, daftarkan diri Anda sekarang!








