Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah kendaraan listrik, pastikan Anda sudah dengan teliti memahami komponen mobil listrik dan fungsinya.
Mobil listrik atau electric vehicle (EV) kini bukan lagi sekadar tren belaka. Kendaraan tersebut telah merepresentasikan masa depan mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan tentunya efisien.
Hal tersebut dikarenakan EV memiliki 'jeroan' yang berbeda serta cukup unik ketimbang mobil konvensional dengan mesin pembakaran internalnya.
Maka dari itu, memahami bagian-bagian utama dari sebuah mobil listrik akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat saat memilih kendaraan.
Berikut ini adalah ulasan informatif terkait komponen mobil listrik dan fungsinya yang perlu Anda ketahui.
Pentingnya Mengenal Komponen Mobil Listrik Anda
Walaupun Anda bukan seorang tech atau auto enthusiast, tetapi Anda juga tidak boleh melewatkan penjelasan tentang berbagai komponen penting di mobil listrik Anda.
Pengetahuan dasar tersebut akan memberikan Anda berbagai wawasan baru soal bagaimana EV menghasilkan tenaga, seberapa efisien penggunaannya, dan bagaimana cara merawatnya.
Dengan berbekal pengetahuan tersebut, tentunya Anda akan bisa memilih mobil listrik yang tepat untuk keperluan dan kebutuhan Anda sehari-hari.
6 Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya
Setiap EV pastinya memiliki teknologi spesifik tertentu yang belum tentu sama dengan lainnya. Walaupun begitu, setidaknya terdapat enam komponen mobil listrik yang pasti ada di kendaraan tersebut, mulai dari baterai traksi, power inverter, hingga controller.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai komponen-komponen utama di dalam sebuah mobil listrik.
1. Baterai Traksi atau Traction Battery Pack

Sumber: Tristram OMODA | JAECOO
Baterai traksi adalah sebuah unit berukuran besar yang terdiri dari banyak sel baterai lithium-ion (umumnya). Baterai ini dirancang agar kuat, tahan lama, dan bisa diisi ulang berkali-kali.
Fungsinya adalah menyimpan energi listrik dalam jumlah besar yang akan digunakan untuk menggerakkan mobil. Jadi bisa Anda ibaratkan baterai traksi ini seperti tangki bahan bakar pada mobil konvensional.
Kapasitas baterai biasanya diukur dalam kilowatt-hour atau kWh. Kapasitas tersebut menentukan jarak tempuh maksimal mobil dalam sekali pengisian daya.
2. Motor Traksi atau Traction Motor

Sumber: Motoringnz
Kalau baterai adalah tangki, maka motor traksi adalah mesin utama dari mobil listrik Anda. Komponen mobil listrik ini mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi mekanik untuk menggerakkan roda mobil.
Kalau dibandingkan dengan mobil biasa, keunggulan mobil listrik yang menggunakan motor jenis ini adalah kemampuannya menghasilkan torsi instan, yang berarti akselerasi mobil listrik terasa sangat responsif dan halus sejak pedal gas diinjak.
3. Power Inverter

Sumber: Market Research Intellect
Komponen mobil listrik yang tidak boleh dilupakan selanjutnya adalah power inverter.
Karena baterai menyimpan listrik dalam bentuk arus searah (DC), sementara motor traksi umumnya membutuhkan arus bolak-balik (AC) untuk bekerja secara efisien, maka mobil listrik Anda akan membutuhkan sebuah power inverter.
Fungsi utama dari komponen ini adalah untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC agar dapat disalurkan ke motor traksi.
Inverter juga seringkali berfungsi sebaliknya saat mekanisme pengereman regeneratif, mengubah arus AC yang dihasilkan motor menjadi DC untuk mengisi kembali baterai.
4. Controller

Sumber: GTAKE
Selanjutnya, ada controller yang berfungsi sebagai pusat dari sistem penggerak mobil listrik.
Komponen tersebut mengatur aliran energi listrik dari baterai ke inverter dan kemudian ke motor traksi, sesuai dengan seberapa dalam pedal gas diinjak.
Lebih daripada itu, controller juga memastikan tenaga disalurkan secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan, memengaruhi akselerasi dan kecepatan mobil.
5. Sistem Pengisian Daya atau Charging System

Sumber: NZ Autocar
Lalu, bagaimana dengan sumber listrik yang ada di dalam baterai? Listrik tersebut tentunya berasal dari pengisian daya.
Sistem pengisian daya dalam sebuah mobil listrik biasanya akan terdiri dari:
• On-Board Charger: Perangkat di dalam mobil yang mengubah listrik AC dari sumber eksternal, seperti stopkontak rumah atau SPKLU tipe AC, menjadi arus DC untuk mengisi baterai traksi.
• Charging Port: Port atau colokan di bodi mobil tempat Anda menyambungkan kabel pengisi daya dari sumber listrik eksternal.
6. Sistem Pendingin atau Thermal Management System

Sumber: Siltherm
Terakhir, komponen mobil listrik seperti baterai dan motor listrik biasanya bekerja paling optimal pada rentang suhu tertentu.
Sistem pendingin akan bertugas menjaga suhu komponen-komponen krusial tersebut agar tetap stabil, baik saat mobil digunakan dalam performa tinggi maupun saat sedang diisi daya.
Sistem pendingin yang baik, entah itu berupa cairan atau udara, harus tetap berada dalam kondisi optimal agar mampu menjaga performa, keamanan, dan memperpanjang usia pakai baterai serta komponen mobil listrik lainnya.
Teknologi Canggih di Balik Pengalaman Berkendara JAECOO J5 EV
Demikian ulasan singkat tentang enam komponen mobil listrik yang perlu Anda perhatikan saat memilih kendaraan.
Komponen-komponen yang telah dijelaskan tadi tentunya ada juga di JAECOO J5 EV.
Setiap bagian inti pada JAECOO J5 EV dirancang seoptimal mungkin untuk memberikan performa terbaik, jarak tempuh yang andal hingga 461 km, serta efisiensi pengisian daya terdepan di kelasnya.
Dilengkapi dengan teknologi pintar seperti 17 fitur ADAS dan chip Qualcomm Snapdragon 8155 yang responsif, JAECOO J5 EV selalu siap untuk menemani Anda di setiap perjalanan perkotaan maupun petualangan outdoor.
Tertarik merasakan langsung bagaimana komponen-komponen canggih ini bekerja dalam sebuah mobil listrik SUV premium?








